Jumat, 18 April 2014

ASAL MULA TAS RAJUT

Bisnis di dunia fashion adalah bisnis yang sangat menjanjikan dan tak pernah mati. Pasalnya, para pecinta fashion selalu bersaing dalam hal bergaya modis feminim dan juga bersaing dalam hal modern dan gaya. Di zaman yang serba modern ini, para pecinta fashion berlomba-lomba mengikuti trend masa kini. Salah satunya adalah tas rajut. Para pecinta fashion kini sedang berbondong-bondong memburu tas nge-trend, yaitu tas rajut, tas yang berbahan dasar nylon buatan tangan manusia atau handma. Tak kenal maka tak sayang. So, alangkah baiknya kalian kenali lebih dulu asal mula tas rajut.

Pada zaman dahulu, merajut dilakukan oleh kaum pria di jazirah Arab, Timur Tengah. Saat itu benda yang dirajut adalah permadani yang kemudian diperdagangkan oleh bangsa Arab hingga ke seluruh penjuru dunia. Kawasan Asia dimulai dari Tibet, kawasan Eropa mulai dikenal di Spanyol, kemudian daerah pelabuhan yaitu di sekitar Mediterania. 

Merajut merupakan kegiatan menautkan benang menggunakan alat atau teknik. Alat-alat yang digunakan yaitu jarum dan aksesoris. Satu tusukan tas rajut, hanya membutuhkan sedikit benang. Apabila dibandingkan dengan merenda, merenda membutuhkan benang yang lebih banyak sehingga hasilnya lebih kaku.

Adanya kolonialisasi di wilayah Eropa menyebabkan keterampilan merajut menyebar di benua lainnya, Amerika, Afrika, dan Asia. Sehingga keterampilan merajut sampai sekarang banyak diminati kaum wanita. Merajut bisa menghasilkan barang-barang fashion yang dapat menghasilkan rupiah, seperti tas, baju, dompet, topi, bandana, bahkan sampai sepatu rajut yang dapat menghasilkan rupiah. Anda berminat untuk terjun ke bisnis ini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar