Tampilkan postingan dengan label tas rajut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tas rajut. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

Tas dan Wanita Sahabat Baik yang Tak Dapat Dipisahkan


Untuk tampil modis dan anggun, para wanita masa kini berlomba-lomba agar dipandang mengikuti trend fashion. Mereka saling berkompetisi dalam hal model, kualitas, harga, juga penampilan. Bahkan tas sudah lekat dengan identitas wanita, dimana tas digunakan sebagai pelengkap penampilan. Padu padan tas dan busana kerja atau berkarir membuat wanita trampil trendy dan casual. 

Para wanita kini kian cermat memilih aksesoris untuk mendukung penampilannya. Pada sejumlah wanita karir,  penampilan memegang peranan penting untuk menunjang karir masa depan. Bisa dikatakan bahwa penampilan dapat mengendalikan seseorang dalam memposisikan diri lebih layak sesuai pandangan masing-masing.

Minggu, 20 April 2014

MENGENAL "NYLON" BAHAN DASAR TAS RAJUT

Trend fashion wanita 2014 kini adalah tas rajut. Tas handmade atau asli dirajut menggunakan tangan manusia ini berbeda dengan tas branded lain yang dibuat dengan mesin. Hasil rajutan tangan akan lebih rapi dan awet. Adapun bahan dasar tas rajut ini yaitu nylon. Namun, orang belum banyak tahu tentang apa itu nylon? Nah, di sini saya akan jelaskan mengenai nylon.



Nylon pertama kali ditemukan oleh Wallace Carothers tahun 1935. Nylon merupakan bahan lembut, halus, dan kuat. Sebelum Perang Dunia II bahan nylon ini belum dikenal orang. Setelah pecah Perang Dunia II inilah nylon mulai dikenal masyarakat karena digunakan untuk tenda dan parasut para militer. Nylon pertama kali dikomersilkan sebagai bahan bulu sikat gigi pada tahun 1938, lalu dua tahun berikutnya dipakai untuk bahan dasar stoking perempuan. Sifatnya yang lembut itu kadang nylon digunakan sebagai pengganti sutera. Ciri khusus dari nylon ini ringan dan kuat dibanding jenis bahan lainnya. Selain itu, sifatnya yang awet dan tahan lama membuat para produsen tas rajut banyak menggunakan bahan serat nylon ini. 


Jumat, 18 April 2014

ASAL MULA TAS RAJUT

Bisnis di dunia fashion adalah bisnis yang sangat menjanjikan dan tak pernah mati. Pasalnya, para pecinta fashion selalu bersaing dalam hal bergaya modis feminim dan juga bersaing dalam hal modern dan gaya. Di zaman yang serba modern ini, para pecinta fashion berlomba-lomba mengikuti trend masa kini. Salah satunya adalah tas rajut. Para pecinta fashion kini sedang berbondong-bondong memburu tas nge-trend, yaitu tas rajut, tas yang berbahan dasar nylon buatan tangan manusia atau handma. Tak kenal maka tak sayang. So, alangkah baiknya kalian kenali lebih dulu asal mula tas rajut.

Pada zaman dahulu, merajut dilakukan oleh kaum pria di jazirah Arab, Timur Tengah. Saat itu benda yang dirajut adalah permadani yang kemudian diperdagangkan oleh bangsa Arab hingga ke seluruh penjuru dunia. Kawasan Asia dimulai dari Tibet, kawasan Eropa mulai dikenal di Spanyol, kemudian daerah pelabuhan yaitu di sekitar Mediterania. 

Merajut merupakan kegiatan menautkan benang menggunakan alat atau teknik. Alat-alat yang digunakan yaitu jarum dan aksesoris. Satu tusukan tas rajut, hanya membutuhkan sedikit benang. Apabila dibandingkan dengan merenda, merenda membutuhkan benang yang lebih banyak sehingga hasilnya lebih kaku.

Adanya kolonialisasi di wilayah Eropa menyebabkan keterampilan merajut menyebar di benua lainnya, Amerika, Afrika, dan Asia. Sehingga keterampilan merajut sampai sekarang banyak diminati kaum wanita. Merajut bisa menghasilkan barang-barang fashion yang dapat menghasilkan rupiah, seperti tas, baju, dompet, topi, bandana, bahkan sampai sepatu rajut yang dapat menghasilkan rupiah. Anda berminat untuk terjun ke bisnis ini?